Bacaan Doa Tahlil lengkap dengan Sholawatnya

Bacaan Doa Tahlil Lengkap Beserta Artinya, Bantu Lapangkan Kubur

Bagi arwah yang sudah tiada umat muslim ini biasanya melakukan sebuah ziarah atau juga tahlil. Pembacaan doa tahlil ini biasanya di baca ketika peringatan hari kematian atau hari ziarah. Sebenarnya membaca doa tahlit ini tidak wajib. Tapi dengan membaca doa ini bisa juga menjadikan kita jadi lebih ingat tentang kematian. Ini dia bacaan doa tahlil lengkapyang bisa Anda baca:

Bacaan Doa Tahlil

“A’uudzu billahi minasyaithoonirrojiim, bismillahirrohmanirrohiim. Alhamdulillahi robbil ‘alamiin, hamdan syaakirin hamdan na’imiin, hamdan yuwafi ni’amahu wa yukaafiu maziidah, yaa robbanaa lakalhamdu kamaa yanbagii lijalaali wajhika wa ‘azhiimi sulthoonika.”

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah penguasa alam semesta, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang-orang yang mendapat banyak kenikmatan memuji-Nya. dengan pujian yang sepadan dan nikmat-Nya dan memungkinkan pertambahannya. Wahai Tuhan kami, pujian hanyalah untuk-Mu, sebagaimana yang layak akan kemuliaan Dzat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.”

Shalawat Al- Faatih

“Allahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa sayyidina Muhammadinil Fathih limaa ugliqa, wal khaatimi limaa sabaqa, wan nashiril haqqaa bil haqqi, wal haadii ilaa shiraatin mustaqiim. Shallallahu ‘alaiyhi, wa ‘alaa aalihii, wa ashhaabihii haqqa qadrihi wa miqdaarihil azhiim.”

Artinya : “Ya Allah limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada junjunan kami, Nabi Muhammad SAW., pembuka apa yang terkunci, penutup apa yang telah lalu, pembela yang hak dengan yang hak, dan petunjuk kepada jalan yang lurus. Semoga Allah melimpahkan shalawat kepadaanya, keluarga dan para sahabatnya dengan hak derajat dan kedudukannya yang agung.”

Shalawat Munjiyat

“Allahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin sholatan tunjiinaa bihaa min jami’il-ahwaali wal-aafaati wa taqdhii lanaa bihaa min jamii’is-sayyi’aati wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’lad-darajaati wa tarfa’unaa bihaa aqshal-gaayaati min jami’il-khairaati fil-hayaati wa ba’dal-
mamaati.”

Artinya : “Ya Allah, limpahkan rahmat-Mu kepada Nabi Muhammad SAW. dan keluarganya. Hanya dengan rahmat-Mu yang akan menyelamatkan kami dari semua marabahaya, mengabulkan semua keperluan kami, membersihkan kami dari segala kesalahan, mengangkat kami ke tempat derajat yang tinggi serta menyampaikan kami kepada puncak kebaikan, sejak kami hidup sampai meninggal dunia. Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia kepada-Mu, itu sebenarnya mereka berjanji kepada Allah. Tangan Allah diatas tangan-tangan (kekuasaan) mereka. Maka barangsiapa melanggar janjinya, niscaya akibat dari melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa yang menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.”

“Allaahumma taqobbal wa aushil tsawaba maa qoro’naahu minal qur’aanil ‘azhiimi wamaa hallalnaa wa maa sabbahnaa wa mastaghfarnaa wa maa shollainaa ‘alaa sayyidinaa muhammadin shollalloohu ‘alaihi wa sallama hadiyyatan waashilatan wa rohmatan naazilatan wa barokatan syaamilatan ilaa hadhrotin habiibinaa wa syafii’inaa wa qurroti a’yuninaa sayyidinaa wa maulaanaa muhammadin shollallaahu ‘alaihi wa sallam, wa ilaa jamii’i ikhwaanihii minal anbiyaa’i walmursaliina wal auliyaa’i wasy-syuhadaa’i wash-shoolihiina wash shohaabati wattaabi’iina wal ‘ulamaa’il ‘aamiliina wal mushonnifiinal mukhlishiina wa jamii’il mujaahidiina fii sabiilillaahi robbil’aalamiin, wa malaa’ikatil muqorrobiin, khushuushon ilaa sayyidinaa syaikh ‘Abdil Qoodir Aljailaani, qaddasallohu sirrohu.”

Artinya: “Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala Al-Qur’an yang kami baca, tahlil kami, tasbih kami, istighfar kami dan shalawat kami kepada Nabi Muhammad SAW sebagai hadiah yang menjadi penyambung, sebagai rahmat yang turun dan sebagai berkah yang menyebar kepada kekasih kami, penolong kami dan buah hati kami, pemuka dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, juga kepada seluruh kawan-kawan beliau dari kalangan para Nabi dan Rasul, para wali, para syuhada’, orang-orang shalih, para sahabat, para tabi’in, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan orang-orang yang berjihad di jalan Allah Tuhan semesta alam, serta para malaikat yang selalu beribadah, khususnya ditujukan kepada Syekh Abdul Qadir Jailani Q.S.”

“Tshumma Ilaa Jamii’i Ahlil Qubuuri Minal Muslimiina Walmuslimaati Walmu’miniina Walmu’minaati Mim Masyaariqil Ardhi Ilaa Maghooribihaa Barrihaa Wabahrihaa Khushushon Ilaa Aabaainaa Wa-Ummahaatinaa Wa-Ajdaadinaa Wa jaddaatinaa Wanakhush-Shu Khushuuson man ijtama’naa Haahunaa Bisababihii Wa li-ajlihii. (Wa Khushuuson ilarruhi …., Wa Khushuuson ilarruhi …., Wa Khushuuson ilarruhi ….).”

Artinya: “Kemudian kepada seluruh penghuni kubur dari kalangan orang-orang islam laki-laki dan perempuan, orang mukmin laki-laki dan perempuan, dari belahan bumi timur dan barat, di laut dan di darat, terutama keapada bapak-bapak dan ibu-ibu kami, kakek dan nenek kami, dan kepada orang yang menyebabkan kami berkumpul di sini, dan untuk keperluannya, dan khusus kepada arwah …….. (sebutkan nama almarhum/almarhumah).”

“Allaahummaghfir Lahum Warhamhum Wa ‘Aafihim Wa’fu ‘Anhum. Allaahumma Anzilir Rohmata Walmaghfirota ‘Alaa Ahlilqubuuri Min Ahli Laa Ilaaha Illallaahu Muhammadur Rasuulullaah. Allaahumma Arinal Haqqo Hqaaon Warzuqnat Tibaa’ahu, Wa Arinal Baathila Baathilan Warzuqnaj Tinaabahu. Robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah, wafil aakhiroti hasanah waqinaa ‘adzaaban naar. Subhaana robbika robbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun, wasalaamun ‘alal mursaliina walhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin. Al-faatihah”

Artinya: Ya Allah, ampunilah mereka, kasihanilah mereka, berilah mereka kesejahteraan dan maafkanlah mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat dan ampunan kepada ahli kubur yang selalu mengucapkan “Laailaaha illallaah muhammadur rasuulullaah” (Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah).