Apa Itu Penyakit Komorbid

Menaker Ida Minta Pekerja Komorbid, Ibu Hamil, dan Menyusui untuk WFH

Jumlah kematian akibat Covid-19 di Indonesia sudah melebihi angka 25 ribu jiwa. Hampir setahun sejak Maret 2020, sebagian besar kasus kematian dialami oleh para kelompok pasien dengan penyakit komorbid (riwayat penyakit penyerta) dan juga kelompok lansia.

Faktanya, dari piluhan ribu kasus kematian Covid-19, pasien yang meninggal dunia paling banyak umumnya memiliki riwayat penyakit. Seperti diabetes, jantung koroner, dan hipertensi.

Berikut adalah penyakit komorbid :

  • Diabetes Mellitus
  • Penyakit autoumun seperti lupus/SLE
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit jantung koroner
  • Hipertensi
  • Tuberkolosis
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Penyakit kronis lain
  • Tumor/kanker/keganasan
  • Penyakit terkait geriatri

Arti Komorbid

Komorbiditas (kata benda) dan komorbid (kata sifat) yang artinya penyakit penyerta, sebuah istilah dalam dunia kedokteran yang menggambarkan kondisi bahwa adanya penyakit lain yang dialami seseorang selain dari penyakit utamanya.

Komorbid juga bisa diartikan sebagai kondisi di mana dua penyakit atau lebih hadir secara bersama-sama. Definisi yang lebih luas menggambarkan komorbid ini bahwa yang hadir selain penyakit utamanya tidak harus berbentuk penyaki tetapi juga bisa berupa perilaku yang mengarah kepada gaya hidup yang tidak sehat.

Kelompok Komorbid Rentan Mengalami Gejala Yang Serius

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa salah satu kelompok yang berisiko mengalami gejala serius apabila terpapar infeksi virus corona adalah mereka yang memiliki penyakit bawaan tertentu seperti komorbid.

Bahkan, beberapa waktu yang lalu ada laporan yang dikeluarkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan bahwa sebanyak 94% kasus kematian Covid-19 di Amerika Serikat terjadi pada pasien dengan komordibitias atau memiliki penyakit penyerta.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, meminta anggota keluarga yang memiliki komorbid untuk dipisahkan dari anggota keluarga yang berusia muda.

Hal ini dikarenakan anggota keluarga yang berusia muda berpotensi menjadi pembawa virus corona tanpa menunjukkan gejala (OTG), sehingga bisa berbahaya bagi anggota keluarga dengan komorbid.

Kelompok Komorbid Yang Terpapar Covid-19 Akan Berisiko Mengalami Gejala Yang Cukup Parah

Dalam hal ini, Dokter Spesialis Paru sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 di RS Universitas Indonesia (RSUI) dr. Irandi Putra Pratomo, Ph.D, Dp.P (K), FAPSR menjelaskan bahwa dengan kasus rekor terakhir pada Jumat (15/1) 12 ribuan kasus sehari, maka belum terlihat gelombang yang kedua. Terlihat dari kurva di Indonesia masih meningkat.

Sementara untuk kelompok yang paling banyak terinfeksi serta dirawat di antaranya yang paling banyak adalah usia produktif 31-45 tahun. Selain itu, mereka juga yang melakukan isolasi mandiri, didominasi usia produktif.

“Dan yang meninggal itu, semakin meningkat usia semakin besar kemungkinannya meninggal. Dan peluang kematian usia di atas 60 juga memiliki kondisi penyerta atau komorbid,’ kata dr. Irandi dalam konferensi pers virtual, Jumat (15/1).

“Hipertensi, diabetes, dan jantung koroner, merupakan tiga besar pasien komorbid yang meninggal karena Covid-19.” tambahnya.

Selain itu, ia juga meningatkan bahwa saat ini masyarakat harus terus meningkatkan kebiasaan menggunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan menggunakan sabun. Pasalnya, kapasitas rumah sakit kini semakin mengkhawatirkan.

“Jika tak disiplin, maka kita tahu kapasitas rumah sakit saat ini semakin sulit. Semakin saya menjelaskan lebih panjang soal Covid-19, maka ujung-ujungnya pasti terletak pada perilaku disiplin untuk melindungi diri.’ ujarnya.