Kenali Penyebab Keguguran dan Beli Vitamin Penguat Kandungan Toko SehatQ

Jika perut sudah mulai membesar, maka Anda perlu membeli baju hamil kerja

Keguguran pada ibu hamil merupakan sebuah kondisi, dimana hilangnya janin sebelum 20 minggu kehamilan. Umumnya, masalah keguguran ini biasa terjadi selama trimester pertama atau 3 bulan pertama kehamilan. Berdasarkan dari hasil survey yang dilakukan pada tahun lalu, yang menyebutkan bahwa 4 dari 10 wanita hamil yang ada di dunia ini selalu berakhir dengan keguguran.

Hal tersebut dikarenakan, masih banyak orang yang mengabaikan kebutuhan tubuh untuk ibu hamil, baik itu berupa multivitamin ataupun asupan makanan yang tidak terjaga. Oleh karena itu ada baiknya kita membeli di toko sehatq yang menyediakan berbagai kebutuhan.

Karena dengan tingginya tingkat keguguran di dunia. Membuat ini menjadi hal yang serius dan penting untuk dihindari.

Begitu pun yang terjadi di Indonesia, dimana angka keguguran pada wanita hamil ini cukup tinggi lho! Lantas, faktor apa sajakah yang menjadi penyebab keguguran pada ibu hamil? Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi, mending kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

1. Masalah Pada Kromosom

Kromosom merupakan kumpulan dari BNA yang berisi seangkaian informasi terperinci, yang dapat mengendalikan beragam faktor di tubuh bayi. Dalam beberapa kasus, wanita hamil mempunyai masalah pada kromosom bayi dalam kandungan, yang biasanya terjadi saat pembuahan. Meski alasan bagaimana kelainan kromosom tersebut bisa terjadinya belum pasti, namun diketahui bahwa masalah kromosom bisa menyebabkan janin tidak dapat berkembang dengan baik, sehingga akan berujung dengan keguguran.

2. Masalah Pada Plasenta

Plasenta itu sendiri merupakan sebuah organ yang menghubungkan suplai darah ibu ke bayi. Tak hanya itu, plasenta juga menjadi media untuk menyuplai nutrisi yang dibutuhkan bayi dalam kandungan agar bisa berkembang dengan baik. Apabila terjadi masalah pada plasenta, secara otomatis hal itu dapat mempengaruhi perkembangan bayi. jika terus dibiarkan, maka besar kemungkinannya bisa terjadi keguguran!

3. Riwayat Kesehatan Ibu Hamil

Menurut informasi yang di dapat, riwayat penyakit yang dimiliki oleh si ibu hamil itu bisa mempengaruhi kondisi janin dalam kandungannya. Terlebih pada penyakit kronis, yang tentunya bisa meningkatkan risiko keguguran pada trimester kedua. Apalagi jika si ibu hamil tersebut tidak dirawat atau tidak mendapatkan penanganan yang baik. Adapun mengenai beragam jenis penyakit kronis yang bisa berdampak buruk pada janin, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, lupus, penyakit ginjal, masalah pada kelenjar tiroid, hingga sindrom antifosfolipid.

4. Mengonsumsi Makanan-makanan Yang Baik Untuk Ibu Hamil

Pada dasarnya, setiap ibu hamil itu harus memenuhi kebutuhan nutrisinya guna menunjang perkembangan janin selama kehamilan. Akan tetapi, bukan berarti juga bahwa ibu hamil bisa mengonsumsi makanan-makanan secara sembarangan lho! Adapun mengenai beragam jenis makanan yang terlarang bagi ibu hamil seperti berikut:

  • Listeriosis -> produk susu yang tidak di pasteurisasi seperti keju biru
  • Toksoplasmosis -> daging hewan yang dimakan mentah atau dimasak setengah matang
  • Salmonella -> telur mentah atau setengah matang.

5. Jenis Obat-obatan Tertentu

Bagi ibu hamil yang memiliki riwayat penyakit tertentu, mau tidak mau mereka harus mengonsumsi berbagai jenis obat-obatan. Ada beberapa jenis obat-obatan yang diyakini bisa menyebabkan keguguran seperti:

  • Misoprostol -> biasa dipakai untuk kondisi seperti rheumatoid arthritis
  • Retinoid -> biasa digunakan untuk masalah eksim dan jerawat
  • Methorexate -> biasa dipakai untuk kondisi seperti rheumatoid arthritis
  • Obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID / ibuprofen) ->bisa dipakai untuk meredakan rasa sakit dan peradangan.

6. Gaya Hidup Yang Tidak Sehat

Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa sebagian besar kasus keguguran pada ibu hamil itu dikarenakan gaya hidup yang tidak sehat seperti konsumsi minuman beralkohol, merokok, penggunaan obat-obat terlarang, gemar mengonsumsi fast food (makanan cepat saji), jarang berolahraga, dan banyak begadang.