5 Ide Bisnis Kuliner yang Masih Laris di Era New Normal

https://lh3.googleusercontent.com/rn-JcQC5TuKDde8B1pT0WYOTrfV-c65GawiJdiea-pdeJBZD-9WmR-MBEl07f3FX9cnMPF4unu5dhXJzZeHXGBDnYvdLrpekYhho0M8igCyUJjZ20AXLckaO_Fk6Z5Xmuh9r5Wml

Salah satunya karena alasan ekonomi, pemerintah kini telah menerapkan kebijakan new normal atau normal baru di Indonesia. Sekarang, sebagian bisnis dan aktivitas sudah kembali berjalan. Namun, tentunya dengan mengacu pada protokol kesehatan yang berlaku untuk mencegah penularan covid-19. Sebisa mungkin hindari kerumunan, tetap gunakan masker, rajin cuci tangan, dan beraktivitas seperlunya di luar rumah. 

Bukan hanya “memaksa” kita mengubah kebiasaan dan lebih disiplin lagi dalam menjaga kesehatan, era new normal juga turut berdampak pada banyak bisnis. Salah satu yang paling menonjol adalah bisnis kuliner yang harus beradaptasi mengikuti permintaan dan perubahan pasar. Hasilnya, banyak ide atau shifting bisnis kuliner yang bermunculan di masa PSBB kemarin. Misalnya: restoran yang menyediakan menu frozen, paket bahan makanan yang siap masak, bisnis minuman herbal, dan masih banyak lagi. 

Kini, di era new normal bisnis kuliner bisa “sedikit” bernapas lega. Pasalnya, opsi dine-in di beberapa tempat makan, kini sudah tersedia lagi. Namun, ada juga 5 ide bisnis kuliner dari masa pandemi yang diprediksi masih akan bertahan di era new normal ini. Apa saja? Ini dia ulasannya!

Minuman Botolan 1 Liter

Mulai dari jamu atau minuman herbal, kopi susu kekinian, milk tea, bobba, sampai jus buah, tren minuman botolan yang dijual dalam ukuran 1 liter adalah yang paling populer selama masa pandemi hingga new normal saat ini. Dijual dengan rentang harga Rp60.000 hingga Rp80.000-an, bukan hanya lebih murah dari satuan atau per gelas, minuman botol 1 liter juga lebih praktis, awet, dan bisa diminum hingga beberapa kali untuk menemani momen di rumah aja. Inilah salah satu yang membuat produk minuman botolan 1 liter laris manis diminati konsumen. Selain itu, daripada pesanper gelas yang bikin boros ongkir kalau pesannya online, akan jauh lebih hemat jika konsumen membeli 1 liter sekaligus untuk 5-6 gelas dalam satu kali pesanan. 

Makanan Beku & Paket Bahan Makanan Siap Masak

Segala yang praktis umumnya makin diminati saat ini, termasuk soal makanan. Nah, makanan beku dan paket bahan makanan siap masak adalah salah satu tren kuliner yang diprediksi masih akan berumur panjang. Selain harganya murah, makanan beku dan paket bahan makanan siap masak juga bisa menghemat waktu untuk belanja, mengolah, hingga jarang failed dari sisi rasa. Contohnya: nugget, sosis, kebab frozen, paket bahan tom yum beserta bumbu, bakso & kuah siap rebus, tumis sayur, dan masih banyak lagi. Tinggal goreng atau cemplung-cemplung sesuai instruksi yang diberikan, langsung jadi dan siap santap dalam waktu singkat. 

Paket Daging & Sayur untuk Grill dan Shabu-shabu di Rumah

Normalnya, kita perlu datang ke restoran grill atau shabu-shabu untuk bisa “masak-masak” daging tipis nan gurih dan menikmati aneka hidangan all you can eat lainnya. Di masa pandemi, karena mal & tempat makan harus ditutup, bisnis restoran AYCE (All You Can Eat) adalah termasuk yang sangat lesu. Dari kondisi inilah, muncul inovasi bisnis yang dilakukan, yaitu menjual paket daging, sayur, dan side dish AYCE secara online dan bisa dimasak di rumah. 

Bukan hanya restoran AYCE saja, banyak juga orang atau perorangan yang belakangan turut menjual daging siap panggang ala restoran AYCE hingga untuk dibuat steak. Selain punya channel distributor daging yang bagus, untuk memulai bisnis ini juga dibutuhkan modal yang di atas rata-rata makanan biasanya. Harga jualnya juga beragam, tergantung dengan produk yang ditawarkan. Untuk rata-rata beef slice karubi 500 gram, biasanya dibanderol sekitar Rp60.000 sampai Rp70.000. 

Snack Kiloan

Selain minuman 1 liter, snack kiloan juga termasuk makanan berporsi besar yang laris diburu untuk stok di rumah selama pandemi. Menariknya, bukan cuma snack kiloan biasa, lho. Beberapa snack kiloan juga cukup inovatif karena diberi label brand-brand snack ternama seperti Cheetos, Momogi, Taro, dan masih banyak lagi. Terlepas dari original keluaran brand yang bersangkutan atau tidak, faktanya snack kiloan ini cukup banyak dijual dan diminati pembeli. Terutama di e-commerce. Harganya pun jauh lebih murah daripada beli satuan di minimarket, mulai dari Rp18.000 untuk kemasan 250 gram. 

Katering Makanan

Di era new normal sejak pertengahan Juni lalu, sudah banyak orang yang harus masuk dan bekerja dari kantor. Tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku. Salah satunya adalah mengutamakan pesan makan online atau bawa bekal dari rumah. Buat kamu yang suka masak, ini bisa jadi peluang bisnis yang menjanjikan di era new normal, lho! Terutama jika kamu memang full time di rumah, punya modal cukup, dan berpengalaman dalam bisnis katering. Sebab, dibanding bisnis kuliner lain yang disebutkan di atas, bisnis katering adalah yang paling rumit dan banyak prosesnya. Mulai dari belanja, mengolah, menyiapkan porsi makanan, hingga pengiriman. Yakin sudah siap?

Butuh Pinjaman Dana untuk Mulai Bisnis? Coba Kredivo Yuk!

Bukan hanya pinjaman dana untuk kebutuhan darurat, sekarang pinjaman dana untuk modal bisnis juga sudah sangat beragam jenisnya. Nggak melulu ke bank atau koperasi, namun ada juga yang berbasis online seperti Kredivo. Bagi kamu yang tertarik memulai bisnis kuliner di era new normal tapi kekurangan modal, kamu bisa ajukan pinjaman dana dengan mudah dan berbunga rendah lewat aplikasi Kredivo. 

Pinjaman dana berlaku untuk pengajuan mulai dari 500 ribu hingga puluhan juta, dengan opsi tenor 1/3/6 bulan, dan suku bunga tetap hanya 2,95% per bulannya. 

Namun, sebelum bisa ajukan pinjaman dana online di aplikasi Kredivo, kamu wajib terdaftar lebih dulu sebagai pengguna Premium. Caranya gampang banget! Download aplikasi Kredivo di Google Play Store atau App Store, pilih daftar sebagai akun Premium, dan ikut instruksi pendaftaran yang diberikan. Pastikan kamu sudah memenuhi tiga syarat berikut ini: 

  1. WNI berusia minimal 18 tahun. 
  2. Berpenghasilan tetap minimal Rp 3 juta per bulan (bisa dibuktikan dengan foto NPWP atau akun internet banking yang aktif). 
  3. Berdomisili di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi.